Email Gratis dari Google

Setelah sukses dengan usaha mesin pencarinya, Google mulai mengembangkan usahanya sampai ke layanan e-mail gratis. Meskipun sampai saat ini masih dalam taraf pengembangan, layanan tersebut sudah banyak menyita perhatian para pengguna internet. Terutama jika mereka menginginkan untuk memiliki e-mail dengan kapasitas yang besar. Layanan e-mail yang diberi nama Gmail ini pada awalnya “hanya” menyediakan kapasitas 1 Gigabyte untuk setiap pengguna. Namun pada perkembangannya, kapasitas tersebut berkembang hingga mencapai 2 Gigabyte. Dengan ukuran sebesar itu, pengguna tidak perlu khawatir akan kehabisan kuota. Kapasitas 2 GB merupakan ukuran yang sangat besar jika Anda hanya memanfaatkannya untuk aktivitas berkirim surat.
Kapasitas tersebut tidak akan cepat habis, terutama jika Anda juga mengaktifkan fasilitas Forwarding dan POP untuk memindah e-mail dari dalam account Gmail ke lokasi atau komputer lain. Fasilitas Forwarding memungkinkan Anda dapat mentransfer secara otomatis surat yang masuk dengan kategori tertentu ke alamat e-mail yang lain. Sedangkan fasilitas POP memungkinkan Anda untuk dapat men-download surat dari dalam server Gmail ke komputer pribadi, dengan menggunakan software pembaca e-mail, seperti Outlook Express, Microsoft Outlook, Eudora, atau Thunderbird. Fasilitas ini banyak dicari oleh pengguna koneksi internet yang tidak terus-menerus atau dial-up, dengan tujuan agar tidak banyak pulsa yang terbuang pada saat membaca e-mail. E-mail dapat di-copy terlebih dahulu ke dalam harddisk komputer pribadi dan koneksi internet dapat diputus setelah proses penyalinan selesai. Dengan begitu, pemilik e-mail dapat membaca secara offline setiap surat yang masuk tanpa khawatir pulsa dan biaya internetnya menjadi bengkak.
Untuk mengaktifkan fasilitas POP, Anda hanya perlu memilih menu Settings dan memilih salah satu opsi untuk mengaktifkan fasilitas POP. Selanjutnya dari dalam komputer pribadi, Anda perlu mengatur konfigurasi account Gmail melalui software pembaca e-mail yang digunakan. Pengaturan tersebut meliputi nama account (alamat e-mail), password, alamat POP3 (untuk menyerap e-mail) dan SMTP (untuk mengirim e-mail), beserta nomor port POP3 dan SMTP. Semua informasi tersebut secara jelas dapat Anda temukan melalui alamat http://gmail.google.com/support. Anda juga dapat memanfaatkan program khusus untuk melakukan konfigurasi secara otomatis yang disediakan pada alamat http://toolbar.google.com/gmail-helper/GmailConfig.exe.
Selain itu, masih ada fasilitas filters yang dapat digunakan untuk memilah-milah e-mail agar dapat diletakkan di lokasi tertentu, mentransfernya ke alamat lain atau bahkan menangkalnya. Fasilitas ini sangat berguna jika banyak surat-surat sampah (junk-mail) yang masuk ke dalam alamat Anda. Sehingga Anda tidak perlu direpotkan dengan aktivitas menghapus e-mail smapah karena semuanya akan dilakukan secara otomatis oleh server.

Membasmi Virus HTML.RedLof.A

Hingga saat ini belum semua pemakai sadar, sebetulnya dari internet seseorang bisa melindungi komputernya dari serangan virus. Bahkan pada sebagian besar pengguna internet juga tidak menyadari, terdapat ratusan bahkan jutaan alat bantu (tools) yang diedarkan secara bebas dan gratis dalam kaitannya dengan perlindungan virus. Idealnya, pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Pemilik komputer cukup men-download antivirus yang dibutuhkan untuk memproteksi komputernya, tanpa harus menunggu terserang lebih dahulu. Namun apabila serangan sudah terlanjur datang, mereka tetap masih dapat berharap dari sekian banyak antivirus yang beredar di internet.
Pertengahan bulan Februari yang lalu, aktivitas pembuat web di Semarang tiba-tiba diganggu dengan kemunculan virus HTML yang menyerang hasil karya mereka. Eks rekan sekerja datang malam-malam ke rumah dan terlihat kebingungan dengan virus yang menyerang seluruh website di komputernya. Padahal salah satu website tersebut sudah tiba waktunya untuk diserahkan ke tempat kerjanya. Seluruh file yang berhubungan dengan web; dari HTML, ASP, sampai PHP yang dikerjakannya hingga berbulan-bulan, tidak lagi dapat berjalan. Semua file tersebut bertambah isinya sampai dua belas kilobytes. Terlihat jelas bahwa ada VBscript (sejenis Javascript, buatan Microsoft) yang menyusup dan masuk di sela-sela isi file tersebut. Bukan hanya komputer miliknya saja yang menjadi korban, tetapi juga milik beberapa mahasiswa komputer yang sedang menyelesaikan tugas akhir bertemakan internet. Jika saja virus yang menyerang tergolong “wajar”, ia dapat memanfaatkan antivirusnya yang hampir setahun tidak pernah di-update. Namun yang membuatnya tidak berdaya, virus HTML tersebut tidak dapat dikenali oleh program antivirusnya.
Selama ini, cerita tentang virus yang menyerang HTML hanyalah sebuah berita yang belum pernah ditemukan aksinya. Namun pada malam itu, dari sekian banyak file web yang ada di dalam harddisk, tak satupun luput dari serangan virus tersebut. Yang terserang bukan hanya dokumen htm/html saja tetapi juga asp, php, jsp, htt, dan vbs. Padahal ketiga file pertama merupakan aplikasi web yang ditulis dalam bahasa yang berbeda dan latar belakang basis sistem operasi yang berbeda pula. Setelah dilihat lebih jauh, virus ini terbilang sebagai salah satu karya kreatif yang memanfaatkan sifat “executable” dari Visual Basic Script (VBscript) di lingkungan Windows. Artinya, aplikasi dengan VBscript di dalamnya dapat dengan mudah dijalankan di sistem operasi milik Microsoft. Kelemahan inilah yang sering dijadikan sebagai media penularan virus di berbagai aplikasi berbasis Windows. Contoh pemakaian VBscript yang paling sering dijumpai adalah virus makro di aplikasi Word dan Excel. Namun virus tersebut tidak dapat menyebar dan menulari sistem operasi lain seperti Linux karena VBscript hanya diterima di lingkungan Windows saja.

Penanganan Virus

Dengan memanfaatkan search engine (mesin pencari seperti Yahoo atau Google), pengguna internet dapat segera menemukan banyak petunjuk berdasarkan karakteristik kode virus di dalamnya. Pada hasil pencarian, penambahan baris prosedur KJ_Start() pada semua file yang tertulari mengindikasikan dokumen telah terkena virus HTML.RedLof.A. Beberapa nama alias yang dikenal oleh program antivirus antara lain VBS/Redlof-A, VBS:Redlof, VBS/Redlof.A, VBS.Redlof.A, VBS/Exploit.C, VBS/Redlof, VBS.Redlof, VBS/Redlof@M. Menurut berbagai sumber (TrendMicro, Symantec, ThaiMisc), virus ini tergolong jinak namun potensi kerusakan yang ditimbulkan cukup menyulitkan. Dikatakan jinak, karena dapat dengan mudah dilumpuhkan jika secara dini diketahui penularannya. Namun jika terlambat mengetahui, setelah dokumen web di-upload, virus akan seketika menyebar ke pengguna komputer yang mengakses website tersebut. Semakin populer website tersebut, semakin makan banyak korban.
Media penyebaran virus ini juga memanfaatkan email yang dikirim melalui Outlook Express (software email dari Microsoft). Pada Outlook Express, virus akan menginfeksi dan memanfaatkan file stationery yang berbasis HTML sehingga menyebabkan semua email yang terkirim akan membawa serta virus tersebut. Apabila penerima tidak mempunyai cukup proteksi, virus akan segera menginfeksi seluruh file vbs, htt, html, htm, asp, php, dan jsp. Apabila pilihan “View as Web Page” diaktifkan, maka semua file htt di dalam folder tersebut akan terinfeksi virus.

Terdapat dua cara untuk melumpuhkan virus ini, secara manual dan memanfaatkan anti virus yang tersedia. Secara manual, dengan membuat file batch yang dapat Anda dapatkan di http://210.1.15.3/pub/pub/program/antivirus/clean.bat. File clean.bat tersebut cukup Anda jalankan melalui menu DOS Prompt yang terdapat pada semua jenis Windows yang Anda miliki (Windows 3.x, Windows 95, Windows 98, Windows NT, Windows ME, Windows 2000, dan Windows XP). Secara otomatis file tersebut akan bekerja menghapus semua file yang berpotensi untuk dimanfaatkan virus HTML.RedLof.A. Namun cara ini tidak disarankan bagi pengguna yang awam. Cara kedua merupakan alternatif aman untuk membersihkan virus bagi pengguna yang belum mahir. Anda dapat memanfaatkan berbagai antivirus yang tersedia di pasaran dengan update data virus terbaru. Antivirus tersebut dapat didownload melalui Website Trend Micro (http://www.trendmicro.com), McAfee (http://www.mcafee.com), Symantec (http://www.symantec.com), dan AVP/Kaspersky (http://www.avp.ch). Dari semua alternatif di atas, antivirus dari Trend Micro-lah yang mempunyai ukuran cukup kecil untuk di-download. Dengan ukuran hanya sebesar 285.1 Kb, antivirus tersebut dapat Anda download secara langsung melalui http://www.trendmicro.com/download/tsc.asp. File tersebut dapat Anda jalankan langsung untuk memulai memeriksa dan membersihkan komputer dari virus HTML.RedLof.A. Abaikan pesan kebutuhan file ketika program dijalankan, dengan tidak menekan tombol apapun pada jendela error dan langsung menjalankan proses pada layar program utama. Dalam waktu tidak terlalu lama, virus tersebut dapat segera tertangani.
Bagi yang telah menggunakan program ViruScan (McAfee), Norton Anti Virus (Symantec), dan Antiviral Toolkit Pro (Kaspersky) di dalam komputernya, dapat memanfaatkan fasilitas auto-update dari internet atau cukup men-download data virus terbaru dari situs-situs di atas serta meng-copy-nya ke direktori program masing-masing.

Tips Proteksi Komputer

Dimungkinkan pada waktu mendatang, media yang digunakan untuk penyebaran virus makin bervariasi. Media penyebarannya bukan lagi antar disket (virus boot sector), dokumen kerja (virus macro), attachment email dan database (virus worm), ataupun website (seperti halnya HTML.RedLof.A). Tetapi bisa berkembang pada batas-batas yang belum terpikirkan pada saat ini. Untuk itu ada beberapa tips yang disarankan untuk memproteksi komputer dari serangan virus:

Nonaktifkan fasilitas yang tidak diperlukan, misalkan fasilitas sharing antar pengguna Windows. Jalur ini sering dimanfaatkan untuk memulai penyebaran virus dari dan ke komputer Anda. Jika fasilitas ini memang dibutuhkan berkelanjutan, berikan password untuk fasilitas tersebut dan gantilah secara berkala untuk meminimalisir potensi penularan.
Aktifkan antivirus untuk menjaga aktivitas dalam sistem. Meskipun menyita sebagian sumber daya komputer, cara ini lebih beresiko kecil dibandingkan dengan potensi kehilangan data. Jangan lupa membiasakan diri untuk memeriksa disket yang akan masuk ke dalam komputer dengan antivirus. Dan jangan biarkan antivirus menjadi “tua” tanpa adanya pembaharuan (update) virus datafile. Download update secara periodik akan membantu menangkal virus-virus terbaru.
Jangan pernah langsung membuka attachment email, meskipun dari teman terdekat. Simpan dulu di suatu direktori dan perhatikan properti dari dokumen tersebut, dengan menggunakan klik mouse sebelah kanan pada nama file kemudian pilih properties. Jika dokumen mempunyai ekstensi seperti.vbs, .bat, .exe, .pif dan .scr, disarankan untuk tidak dibuka. Konfirmasi ulang ke rekan yang mengirim email dan pastikan dokumen yang dikirim sudah benar.

Dengan sedikit tips tersebut, diharapkan potensi tertulari virus dapat diminimalkan. Kebiasaan melindungi komputer secara dini dapat mencegah kehilangan data (dan juga dana) yang lebih besar.

Tips Perawatan Komputer

WAJIB: Pasang antivirus; Avast 4 Home Edition cukup bagus dan gratis - http://www.avast.com
WAJIB: Atur agar antivirus tersebut selalu di-update otomatis secara rutin (paling baik jika setiap hari)
WAJIB: Pasang anti-malware; ada berbagai program2 jahat yang lolos dari antivirus (trojan, adware, spyware, dll), untuk membasmi mereka gunakan software seperti Spybot - http://security.kolla.de
WAJIB: Pasang firewall; ZoneAlarm cukup bagus - http://www.zonealarm.com
Windows lambat? Mungkin karena ada "memory leak", pasang dan jalankan Cacheman untuk mengatasinya.
Windows cenderung menjadi lambat kinerjanya jika kita semakin banyak memasang program-program. Karenanya, hindari memasang program baru kecuali jika memang sangat diperlukan.

Perawatan Komputer Jaringan

1. System Back-up (membuat salinan/copy untuk data-data penting perusahaan yang ada pada komputer, dan back-up copy diserahkan ke pelanggan untuk disimpan ditempat yang aman)

2. System Optimization (defragmentasi data, membuang sampah-sampah yang ada pada komputer, memperbaiki kesalahan setting)

3. System Rebuild (membangun dan menata ulang kembali sistem yang rusak oleh faktor yang tidak disengaja, supaya sistem dapat bekerja kembali seperti semula)

4. System Upgrade (menambah fungsi, memperbaharui sistem yang ada sesuai dengan permintaan pelanggan, testing stabilitas untuk hardware dan software sebelum pemasangan)

5. Training (pelatihan, pengarahan dan konsultasi untuk pemakai supaya dapat mengoperasikan komputer dengan baik dan benar)

6. Pembersihan Virus (melacak dan membersihkan virus dari komputer dan jaringan)

7. System Security (pemasangan dan perubahan password, untuk pengamanan sistem dan data penting perusahaan dari orang luar yang tidak berkepentingan)

8. Penyelesaian Darurat (meyediakan personil untuk segera bertindak dalam waktu singkat, supaya sistem dapat bekerja kembali seperti semula)

9. Personil stand-by di lapangan (Bila sistem yang berjalan belum stabil, menempatkan personil sebagai support teknis dan pemantauan kerja sitem yang ada sampai semua masalah terselesaikan

10. Konsultasi (menyediakan konsultasi, analisa dan saran secara professional untuk segala hal yang berhubungan dengan komputer)

11. Perawatan Hardware Komputer (merawat hardware komputer, membersihkan komputer, mengurangi kerusakan pada hardware)

12. Mengganti barang-barang komsumtif (mengganti tinta printer, mouse, floppy disk yang rusak, dll)

Internet2 Dengan Internet

Dua tahun lalu menjelajah Internet masih terasa nyaman. Belakangan, menjelajah Internet semakin menyebalkan: semakin lambat. Pada pertemuan di Montreal, Agustus lalu, banyak yang melontarkan kekhawatiran dan kecemasan menyangkut masa depannya, tertatih-tatih memikul beban transmisi data yang semakin sarat dan rakus ruang gerak (bandwidth).

Gejala penderitaan Internet itu tampak nyata tatkala America Online (AOL), mengalami musibah. Sistem komputer jaringan AOL tak berfungsi (down) selama 19 jam. Meskipun mereka berjanji kejadian serupa tak akan terulang, bos AOL, Stephen M. Case jujur mengakui sangat sulit memenuhi komitmen tersebut.

Musibah lain menyusul, ketika ratusan ribu alamat situs atau domain Internet, com dan net, lenyap dari peredaran. Musibah tersebut disebabkan file database konversi alamat domain yang menghubungkan alamat IP dan namanya terputus. Meski InterNIC, menyatakan bahwa kesalahan tersebut hanya karena faktor manusia, musibah-musibah itu dianggap sebagai pertanda perlunya framework di mana komunitas dapat bekerjasama mengatasi kekurangan Internet.

Kegagalan untuk memberikan fungsi yang sempurna, hanyalah salah satu problema yang dihadapi Internet saat ini. Masalah yang lebih mendasar adalah dalam Internet berkembang terlalu pesat sehingga tidak sesuai dengan desain awal internet itu sendiri. Misi awal Internet, sebagaimana diketahui, adalah sebagai jaringan komunikasi non-profit yang mengabaikan dunia usaha. Akibatnya, faktor keamanan pun kurang mendapat perhatian. Padahal kini berkembang e-commerce, e-banking, e-payment, dan lain sebagainya.

Problema berikutnya adalah keterbatasan bandwidth.
Bandwidth cepat sekali mengalami kejenuhan. Selama 1987-1992 bandwith backbone Internet meningkat 700 kali lipat dan 700 kali lagi untuk lima tahun berikutnya. Namun, peningkatan tersebut tertelan oleh aplikasi multimedia, yang membuat halaman-halaman Web padat grafis, suara dan video. Dampaknya, lalu lintas Internet nyaris macet, dan transfer data lambat. Akronim WWW (World Wide Web) pun acap dipelesetkan jadi 'World Wait Web'.

Akibatnya sudah bisa ditebak, kondisi Internet bakal semakin parah. Makin banyak yang tertarik masuk ke Internet yang bisa memungkinkan untuk memacetkannya. Dataquest meramalkan, populasi komputer di Internet tumbuh 71% per tahun. Tahun 2022, masyarakat Internet bakal mencapai 268 juta. Tahun ini baru sekitar 82 juta saja sudah membuat Internet termehek-mehek Dunia bisnis diduga yang berperan mendorong pertumbuhan tersebut.

Internet Generasi kedua.
Demi menampung perkembangan usaha, ada dua cara yang harus ditempuh. Pertama menyediakan bandwith yang besar. Kedua, kerangka non-profit Internet tradisional harus diubah menjadi sebuah ajang yang melibatkan kalangan swasta yang diundang untuk ikut serta membantu mengembangkan kerangka baru dengan iming-iming insentif.

Beberapa perusahaan terkemuka seperti MCI, AT&T, Lucent, Cisco, Bay Network, IBM, Sun Microsystem dan Microsoft, ikut terlibat dalam proyek pengembangan Internet generasi 2.. Didukung oleh National Science Foundation (NSF), para ahli dari 100 lembaga riset universitas di AS meluncurkan proyek Internet-2 yang diharapkan mampu menyediakan infrastruktur jaringan berkecepatan 622 Mbps.

Internet-2 bukan hanya mampu meningkatkan kecepatan transmisi kedua belah pihak, tetapi juga mampu memacu pengembangan fasilitas dan fungsi baru jaringan yang nantinya dapat digabungkan ke dalam jaringan komersialsdan diharapkan dapat meletakkan dasar dan implementasi untuk generasi Internet berikutnya, beserta aplikasinya, tersebut termasuk meningkatkan faktor keamanan (security). Artinya I-2 akan menyediakan fungsionalitas jaringan melalui kualitas layanan yang berbeda untuk setiap fungsi yang berbeda. Melalui fasilitas tersebut pelanggan dapat memesan sejumlah bandwidth melalui RSVP (Resource Reservation Protocol) untuk menjalankan aplikasi mereka, tanpa mengganggu dan ter-ganggu lalu-lintas lain.

Tahap awal implementasi proyek I-2 adalah pembuatan jaringan berkecepatan 622 Mbps dengan protokol IP (Intenet Protocol) di atas jaringan ATM yang menghubungkan tiga pusat superkomputer, National Center for Supercomputer Application (NCSA) University of Illinois, San Diego Supercomputer

Center, dan Pittsburg Supercomputer Center. Sementara itu, 20 universitas lainnya akan dihubungkan melalui arsitektur koneksi gigabit point of presence (giga-POP) ke jaringan I-2 tersebut dengan kecepatan minimal 155 Mbps.

Kecuali itu, proyek Internet2 akan menghubungkan tujuh kampus University of Ca-lifornia dengan CalTech, California State University, Standford dan Univ. Southern California. Tujuan utama proyek ini adalah membentuk universitas virtual di mana mahasiswa dapat mengikuti kuliah yang berlangsung di kampus yang lain atau mencari publikasi dari perpustakaan lain.

Proyek-proyek I-2 akan mengimplementasikan backbone berteknologi vBNS (very high performance Back--bone Net-work Service), backbone jaringan berkinerja tinggi. Teknologi vBNS yang merupakan hasil kerja sama NSF dan MCI, adalah jaringan serat (optik yang meno-interface-kan ATM (asynchronous transfer mode) dengan switch HiPPi (High Performance Parallel Interface) atau ATM/Sonet.

Bagian terpenting arsitektur I-2 adalah konektivitas berkecepatan tinggi melalui GigaPOP yang merupakan agregasi titik-titik koneksi regional yang memungkinkan universitas mengkoordinasi konektivitas mereka ke jaringan Internet-2. GigaPOP dianggap sebagai komponen terbesar infrastruktur jaringan tersebut, sebagai generasi terbaru mekanisme routing dan switching yang menawarkan kemampuan melakukan IP routing berkecepatan rendah seperti yang tersedia saat ini.

Kemampuan mengisolasi sejumlah besar lalulintas lokal atau pada infrastruktur khusus memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kinerja Internet komersial dan I-2 secara keseluruhan. Ted Hanns, direktur pengembangan proyek I-2 mengklaim bahwa teknologi gigaPOP akan menghemat sumberdaya dengan mengurangi jalur koneksi rendundan dan meningkatkan kinerja dengan tetap menjaga paket lokal berada pada lalulintas lokal. Dan jika gigaPOP berhasil memposisikan diri sebagai integrator servis dan agregator lalulintas koneksi, gigaPOP akan mendorong perubahan model layanan, dengan implementasi usage-based pricing dan QoS, yang diadopsi Internet Service Provider (ISP) saat ini.

Proyek serupa pun sedang berjalan di Eropa. Dengan dukungan dana dari Uni Eropa (UE) dibentuk konsorsium implementasi Internet kecepatan tinggi dengan nama TEN-34. TEN-34 akan beroperasi dengan kecepatan 34 Mbps yang akan ditingkatkan sampai 155Mbps. Meskipun tidak seambisius I-2 dalam hal kecepatan, TEN-34 bertujuan untuk meningkatkan kualitas akses bagi komunitas akademik dan menyebarkan perkembangan teknologinya ke komunitas jaringan yang lebih luas. Pada proyek-proyek TEN-34 sedang dilakukan ujicoba implementasi teknologi ATM sebagai backbone, dilengkapi evaluasi implementasi IPv6 dan protokol transmisi multicast.

Kapan proyek-proyek generasi terbaru Internet di atas dapat dinikmati oleh komunitas jaringan secara global? Gartner Group memperkirakan layanan itu paling cepat baru bisa dimanfaatkan pada tahun 2002. Masih lama memang. Tetapi, kalau proyek I-2 berjalan mulus, menjelajah Internet dan, ini yang paling penting, berbisnis via Internet adalah pekerjaan yang menyenangkan dan aman.

Tips Install Font Pada Windows

Untuk menginstall font biasanya kita harus mengikuti langkah yang panjang, misalnya seperti ini. Tekan tombol Start | Settings | Control Panel | Font. Kemudian dari situ Anda harus klik File | Install New Fonts. Cara tersebut tentunya sangat menjengkelkan bagi beberapa orang. Sebenarnya ada cara yang lebih mudah, yaitu:
Cara pertama:

1. Buka registry editor. (Start | Run -- ketik regedit)

2. Pindah ke handle key HKEY_CLASSES_ROOT\TTFFILE\SHELL

3. Pilihlah perintah "Edit > New > Key" dan berikanlah nama "Install Fonts" pada key yang baru diletakkan tadi.

4. Klik ganda pada bagian jendela kanan pada entry "(Default)".

5. Berikan nilai "Value"-nya "Install Font" dan konfirmasikan perubahan ini dengan mengklik "OK".

6. Tandai sekali lagi subkey "Install Font" dan di dalamnya dengan menggunakan perintah "Edit > New > Key".

7. Buatlah sebuah subkey baru yang dinamakan "command".

8. Klik ganda pada "(Default)", berikan pada "Value"-nya perintah "c:\windows\command\xcopy32.exe %1 c:\windows\fonts".

Sekarang jika Anda mengklik kanan pada file *.ttf akan muncul menu Install Fonts. Jika Anda memilih menu ini, maka file font tersebut akan di-copy ke dalam folder font Windows Anda.

Cara kedua:

1. Buat shortcut yang menunjuk ke direktori font pada Windows Anda (C:\Windows\Fonts).

2. Letakkan shortcut tersebut pada directory Send To.

Sekarang untuk menginstall font, klik kanan pada file *.ttf, pilih Send To > Fonts.

Demikianlah tulisan singkat mengenai tips meng-install font dengan lebih cepat pada Microsoft Windows.